Kembali ke Beranda
Edukasi 25 August 2026

FGD Governance Berbasis Kolaborasi untuk Pengelolaan Kotoran Sapi di Cipari

Thumbnail

Kuningan, 21 Juli 2026 — Pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan turut berpartisipasi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Governance Berbasis Kolaborasi untuk Pengelolaan Kotoran Sapi yang dilaksanakan pada Selasa, 21 Juli 2026, bertempat di Ruang Rapat Hotel Cordela.

 

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui dan memperkuat peran pemerintah daerah, koperasi, dan pihak swasta dalam pengelolaan kotoran hewan (kohe) sapi di wilayah Cipari. Pengelolaan kohe menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang lebih baik, terutama dalam mendukung keseimbangan ekosistem di Kabupaten Kuningan sebagai kawasan konservasi.

 

FGD mengangkat pendekatan tata kelola kohe melalui governance berbasis kolaborasi dengan menggunakan perspektif Inter-Firm Collaborative Governance (IFCG). Pendekatan tersebut menekankan pentingnya kerja sama antarpemangku kepentingan dalam menghasilkan pengelolaan kohe yang lebih terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan.

 

Dalam pemaparannya, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan menyampaikan bahwa persoalan pengelolaan kohe di wilayah tersebut telah dikaji sejak tahun 2007 dan pada awalnya belum menimbulkan permasalahan berarti. Namun, seiring perkembangan kondisi, terdapat perubahan dalam pola pengelolaan, antara lain pihak ketiga dalam pengadaan pupuk yang belum dapat diarahkan kepada peternak lokal serta adanya perubahan sikap peternak terhadap pengelolaan kohe.

 

Sebagai salah satu alternatif penyelesaian, disampaikan saran relokasi serta perlunya penyusunan kebutuhan pupuk organik oleh Dinas Pertanian. Kebutuhan tersebut selanjutnya dapat diarahkan untuk pengadaan pupuk dari peternak lokal melalui koperasi, sehingga pengelolaan kohe tidak hanya menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi peternak.

 

Melalui FGD ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah daerah, koperasi, swasta, dan masyarakat dalam menciptakan tata kelola kotoran sapi yang kolaboratif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Kabupaten Kuningan.