Kembali ke Beranda
Peternakan 25 August 2026

Bimbingan Teknis Pengembangan Ternak Sapi Potong Kolaborasi DKPP Jawa Barat dan DISKANAK Kabupaten Kuningan

Thumbnail

 

Kuningan, 8 Juli 2026 — Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat (DKPP) melaksanakan Bimbingan Teknis Pengembangan Ternak Sapi Potong pada Rabu, 8 Juli 2026, bertempat di Aula Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi dalam mendukung pengembangan usaha peternakan sapi potong di Kabupaten Kuningan.

 

Kegiatan dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Tim DKPP Provinsi Jawa Barat, Tim Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan, serta kelompok ternak calon penerima program, yaitu Kelompok Ternak Parincian Desa Cipakem, Kecamatan Maleber dan Kelompok Ternak Berkah Sejahtera Desa Cimara, Kecamatan Cibeureum. Kedua kelompok tersebut sebelumnya telah melalui proses verifikasi administrasi dan teknis sebagai calon penerima bantuan.

 

Bimbingan teknis menghadirkan Ir. Teguh Yudi Setiawan, S.Pt., IPM. sebagai narasumber dengan materi Manajemen Budidaya Ternak Sapi Potong. Materi yang disampaikan meliputi pemilihan lokasi peternakan, sistem perkandangan, pemeliharaan dan penggemukan sapi potong, pemilihan bakalan, penyusunan ransum dan kebutuhan pakan, serta pengendalian berbagai penyakit ternak seperti PMK, LSD, Anthrax, SE, Brucellosis, dan Fasciolosis.

 

Dalam arahannya, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan menyampaikan bahwa Kabupaten Kuningan memiliki potensi besar dalam pengembangan sapi potong dengan populasi sekitar 28.476 ekor. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas peternak melalui bimbingan teknis menjadi penting untuk meningkatkan produktivitas, kualitas ternak, dan kesejahteraan peternak. Pengembangan sapi potong juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta berkontribusi terhadap program swasembada daging nasional.

 

Selain pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan terkait mekanisme penyaluran bantuan, persiapan kandang dan sarana pendukung, manajemen pemeliharaan, penyusunan pakan, serta pencegahan penyakit ternak. Melalui kegiatan ini, kelompok penerima diharapkan mampu mempersiapkan sarana dan prasarana serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk mengembangkan usaha peternakan secara produktif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.